Video Of Day


Senin - Sabtu 07.00 -08.00

ZONA KITA KITA

Senin - Sabtu 19.00 - 21.00

MUSIK ASIK

Senin - Minggu 08.00 - 10.00

SLENDRO JAMPI SAYAH

Senin - Sabtu 21.00 - 23.00

SLENDRO MUSIC REQUEST

Senin - Sabtu 15.00 - 17.00

Selasa, 24 November 2015

Rini : Butuh Rp5.000 triliun untuk infrastruktur



Jakarta (Antara Lampung) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan total pembiayaan yang dibutuhkan Indonesia untuk membangun seluruh infrastruktur yang sudah direncanakan adalah Rp5.000 triliun.
        
"Pendanaan sebesar itu tidak mungkin didapatkan dari dalam negeri sendiri, itu artinya kita perlu mengundang investor-investor dari luar negeri," kata Rini Soemarno usai menghadiri "Pertamina Energy Forum 2015" di Jakarta, Selasa.
        
Ia juga menjelaskan, keseluruhan infrastruktur tersebut sudah termasuk energi, transportasi dan kesejahteraan serta sektor lainnya yang terintegrasi satu sama lainnya.
        

Selengkapnya Klik Di Sini

Atau Bisa Pantau di 106.2 Slendro Fm Bandar Jaya Lampung Tengah

Senin, 16 Maret 2015

Bahas Paket Kebijakan Ekonomi, Menteri Jokowi Rapat Lagi di Kantor Sofyan Djalil

Jakarta -Menteri-menteri Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini melanjutkan rapat pembahasan paket kebijakan ekonomi untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah dan mengurangi defisit transaksi berjalan. Paket kebijakan ini sedianya diumumkan akhir pekan lalu.

Rapat dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan digelar di kantornya, Jakarta, Senin (16/3/2015). Dalam jadwalnya, rapat dimulai pukul 10.00 WIB.

Namun berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, rapat tampak belum dimulai. Meski beberapa menteri sudah terlihat hadir dan bersiap untuk mengikuti rapat.

"Hari ini rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Perekonomian. Menyelesaikan hasil dari rapat Jumat kemarin yang sudah diumumkan," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang baru saja tiba di lokasi.

Selain Bambang, hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Kemudian hadir juga Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno serta Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

(mkl/hds) 
Editor : Pandu Suseno | Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/03/16/102550/2859491/4/bahas-paket-kebijakan-ekonomi-menteri-jokowi-rapat-lagi-di-kantor-sofyan-djalil?f9911013




Krisis Ekonomi Rusia Belum Berakhir, Dihantam Sanksi AS dan Sekutu

Jakarta -Perekonomian Rusia sepertinya masih ‘berdarah-darah’. Bank sentral negeri beruang merah itu memotong lagi suku bunga acuan sebanyak 1% menjadi 14%. Selain itu, ekonomi Rusia tahun ini juga diperkirakan menyusut atau terkontraksi 3,5-4%, lebih dalam dibandingkan prediksi sebelumnya, yaitu 3%.

Dikutip dari CNN, Senin (15/3/2015), harga minyak yang rendah dan sanksi dari negara-negara Barat menghambat perekonomian Rusia. Bahkan dalam 6 bulan terakhir, mata uang rubel melorot sampai 40% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Akibat embargo produk-produk kebutuhan pokok dari AS dan sekutunya, inflasi Rusia pun meroket. Pada Februari 2015, inflasi Rusia mencapai 16,7%. Harga bahan makanan naik 23% dibanding setahun sebelumnya.

Bank sentral Rusia memang dihadapkan pada keputusan yang tidak mudah. Memangkas suku bunga menyebabkan likuiditas sedikit longgar, sehingga menciptakan inflasi. Namun tidak mengurangi bunga sama saja berharap ekonomi tidak bergairah dan resesi akan semakin dalam.

Beberapa waktu terakhir, bank sentral Rusia membuat kebijakan yang radikal. Pada Desember 2014, suku bunga acuan dinaikkan dari 11,5% menjadi 17% untuk mendorong penguatan rubel. Namun sebulan setelah itu diturunkan lagi menjadi 15% dan bulan ini turun kembali menjadi 

Langkah ini terbukti mampu membuat rubel lebih stabil. Namun bank sentral Rusia memperingatkan bahwa resesi belum usai.

Editor : Pandu Suseno | Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/03/16/071336/2859328/4/krisis-ekonomi-rusia-belum-berakhir-dihantam-sanksi-as-dan-sekutu

Pertamina Bangun Bunker BBM di Singapura

Jakarta -Selain membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa negara ASEAN, PT Pertamina (Persero) juga berencana membangun gudang penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) di Singapura.

"Iya kita akan bangun storage di Singapura," ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Senin (16/3/2015).

Bambang mengatakan, pembangun storage tersebut untuk tahap awal memiliki kapasitas 340.000 kiloliter (KL), dan bahkan nantinya akan dikembangkan lagi hingga mencapai 800.000 KL.

"Storage-nya sudah mulai dibangun dan jalan. Karena saat ini masih proses artinya belum punya storage sendiri di bounded zone. Saya titipkan (BBM) ke Petral (Pertamina Energy Trading Limited) dulu," ungkapnya.

Bambang menjelaskan, storage BBM tersebut nantinya berfungsi untuk melayani penjualan bahan bakar untuk kapal ekspor-impor, mulai dari HSD (High Speed Diesel), MFO (Marine Fuel Oil), Industrial Diesel Oil (IDO), dan lainnya.

"Pasalnya, pasar bunker di Selat Malaka itu besar sekali, 40 juta kilo liter per tahun, sama dengan kebutuhan BBM subsidi tahun lalu. Target kita bisa menguasai 10% pasar penjualan BBM di Selat Malaka. 10% saja itu sudah sangat bagus," tutupnya.
(rrd/ang) 

Editor : Pandu Suseno | Sumber:http://finance.detik.com/read/2015/03/16/102006/2859492/1034/pertamina-bangun-bunker-bbm-di-singapura?f9911013

Popular Posts