Video Of Day


Senin - Sabtu 07.00 -08.00

ZONA KITA KITA

Senin - Sabtu 19.00 - 21.00

MUSIK ASIK

Senin - Minggu 08.00 - 10.00

SLENDRO JAMPI SAYAH

Senin - Sabtu 21.00 - 23.00

SLENDRO MUSIC REQUEST

Senin - Sabtu 15.00 - 17.00

Jumat, 16 November 2018

Gubernur Lampung tandatangani nota kesepahaman layanan Samsat Online

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menandatangani nota kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MoU) Layanan Samsat Online Nasional. di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Kamis, disaksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bersama 24 gubernur dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia.

Bandarlampung (Slendro News) - Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menandatangani nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) Layanan Samsat Online Nasional.
     
Penandatanganan tersebut berlangsung, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Kamis, disaksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bersama 24 gubernur dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia.
     
"Terobosan ini diharapkan dapat mengurangi dan menghidari kebocoran, sekaligus mempermudah wajib pajak memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Langkah ini juga untuk mengoptimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah melalui pajak kendaraan bermotor," kata Gubernur Ridho, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Kamis.
     
Ia menyebutkan, langkah tersebut merupakan terobosan dalam mengoptimalkan peningkatan pendapatan dari sektor pajak. Dokumen itu menjadi kesepakatan sinergitas antara 24 pemerintah provinsi dan pembina Samsat Nasional yakni Kakorlantas Polri Irjen Refdy Andry, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin, dan Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet.
     
Menurutnya, kesepatakan ini untuk pemberlakuan layanan e-Samsat di tiap provinsi. Lampung masuk tahap kedua pemberlakukan layanan berbasis IT. Sehingga, wajib pajak dapat membayar pajak menggunakan layanan Samsat Online Nasional (e-Samsat) yang sebelumnya manual dan berpotensi praktek percaloan dan pungli. 
     
Kapolri Tito Karnavian, mengatakan ini merupakan tahap kedua dalam pemberlakuan e-Samsat yang dilaksanakan di 24 provinsi. 
     
"Tahap pertama dilaksanakan di tujuh provinsi. Kali ini kami laksanakan tahap kedua di 24 Provinsi dan tahap ketiga dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia," ujar Tito.
     
Menurut Tito, bila layanan e-Samsat berjalan baik, diharapkan semua pembayaran pajak kendaraan bermotor berjalan optimal. 
     
"Tentunya kita harapkan e-Samsat ini segera dilaksanakan dalam rangka untuk kepentingan pusat, daerah, dan swasta dalam hal pembiayaan pembangunan," ujar Tito.
     
Pada acara tersebut, Menteri Keuangan melalui Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, mengapresiasi Polri dan seluruh Gubernur yang menyukseskan layanan e-Samsat di tiap provinsi. 
     
"Kami sangat mengapresiasi atas terlaksananya acara besar dan nasional. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Polri dan Gubernur yang terlibat MoU ini," ujar Heru.
     
Sedangkan Kakorlantas Irjen, Refdy Andry, menyebutkan e-Samsat merupakan salah satu upaya Polri untuk mempermudah layanan  pembayaran pajak kendaraan bermotor. "Saat ini layanan e-Samsat terintegrasi dengan seluruh Samsat di seluruh Indonesia yang berpusat di Mabes Polri. Kesempakatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor," tambahnya.

Editor : Pandu Suseno

Selasa, 13 November 2018

Pemprov Lampung bantu ribuan orang anak kurang mampu

Bunda Paud Lampung Aprilani Yustin Ficardo
Bandarlampung  (Slendro News) - Pemerintah Provinsi Lampung telah berupaya mewujudkan provinsi peduli anak, salah satunya dengan memberikan bantuan kepada 3.232 anak kurang beruntung dalam bentuk Tabungan  Sosial Anak (TASA) yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
     
"Kami sangat serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, khususnya bagi anak-anak Lampung. Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada anak dari keluarga kurang mampu," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, pada acar Satu Hari Bersama Anak, di Bandarlampung, Senin.
     
Ia menyebutkan, Pemprov Lampung sangat serius untuk memperhatikan permasalahan sosial dan kebutuhan dasar anak-anak di daerah ini.
     
Menurutnya, momentum One Day For Children atau sehari bersama anak pada tahun ini dengan mengambil tema "Aku Anak Indonesia, Aku Bahagia, Aku Sejahtera" diharapkan kepada semua pihak melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanganan terhadap masalah sosial anak. 
     
Sehingga, lanjutnya, semua anak di Provinsi Lampung dapat tumbuh kembang secara wajar dan mempunyai kesempatan yang sama mendapatkan kebutuhan dasar hidupnya.
     
Ia juga mengajak semua pihak mencurahkan kasih sayang dan perlindungan terhadap anak-anak. Karena sesungguhnya Provinsi Lampung dimasa mendatang ditentukan anak-anak sekarang.
     
Bunda Paud Lampung Aprilani Yustin Ficardo mengharapkan perhatian yang lebih serius lagi kepada anak anak yang berkebutuhan khusus sehingga anak anak tersebut dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya sehingga nantinya dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak lainnya. 
     
"Saya berharap kepada semua pemangku kepentingan untuk lebih memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan akses dalam rangka pemenuhan pendidikan, kesehatan, lingkungan yang ramah anak dan aksesbilitas khusus lainnya," tambahnya.

Editor : Pandu Suseno

Upaya Pemprov Lampung wujudkan Indonesia Sehat

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo


Bandarlampung (Slendro News) - Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mewujudkan visi Indonesia Sehat dengan meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat setempat melalui berbagai upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

"Visi itu harus didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan," kata Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pada upacara di Lapangan Korpri Bandarlampung, Senin


 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang.
    
"Tujuan akhir pembangunan kesehatan adalah terwujudnya derajat kesehatan masyarakat," katanya.   
     
Pemprov Lampung menargetkan program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan tiga pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional.
    
"Berbagai upaya yang dilakukan di Provinsi Lampung dalam mewujudkan visi Indonesia sehat, salah satunya melalui upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, upaya percepatan penurunan stunting dengan meningkatkan gizi masyarakat dengan sasaran utama bayi, balita dan ibu hamil," kata Taufik.
    
Selain itu, sarana dan prasarana yang mendukungnya juga dilakukan Pemprov Lampung seperti peningkatan pelayanan Rumah Sakit Bandar Negara Husada (RSBNH) dan pelayanan Rumah Sakit Keliling (Mobile Clinic).
    
Kemudian, pembangunan Rumah Sakit Komunitas (tipe D Pratama) di Kabupaten Pesisir Barat pada 2015.
   

Pembangunan itu dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan rujukan di wilayah daerah otonom baru dan pelaksanaan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan.     
    
"Segala upaya tersebut, hendaknya bersama-sama kita dukung untuk dipertahankan dan ditingkatkan pada masa yang mendatang dalam mewujudkan

masyarakat Lampung yang sehat dan mandiri," katanya.

Provinsi Lampung menempati urutan kelima terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan akreditasi, demikian siaran Humas Pemprov Lampung.

Editor : Pandu Suseno

Senin, 12 November 2018

Upaya Pelestarian Budaya Jawa

Paguyuban Seni Karawitan Titi Madyo Laras Sidowaras Lampung Tengah (Foto Seno)

Liputan Slendro FM - Adijaya Lampung Tengah - Pengertian budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan budaya Jawa adalah budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa khususnya di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur yang saat ini sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air bahkan hingga luar negeri.


                 Budaya Jawa merupakan budaya yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, mengingat penyumbang terbesar penduduk Indonesia adalah dari Suku Jawa. Macam-macam budaya Jawa ada  banyak sekali, ada budaya di bidang bahasa, seni, adat-istiadat, dan lain-lain. Dari setiap bidang-bidang tersebut masih terbagi menjadi berbagai jenis. Sebagai contoh, dari bidang bahasa terbagi menjadi Bahasa Ngoko dan Bahasa Krama. Kemudian, dari kedua macam jenis bahasa tersebut masih terbagi lagi menurut tingkatannya. Tingkatan-tingkatan dari tiap ragam Bahasa Jawa tersebut diterapkan sebagai bentuk “unggah-ungguh” atau kesopanan. Misalnya, kepada orang yang lebih tua, dalam Budaya Jawa akan dirasa kurang sopan jika yang kita gunakan adalah Bahasa Ngoko, yang digunakan disini sebaiknya adalah Krama Inggil, dan seterusnya.

Dalam hal ini Radio Slendro FM Bandarjaya pun mengangkat dan turut melestarikan budaya jawa berupa seni karawitan yang setiap Sabtu Malam Minggu dipentaskan berupa Paguyuban seni karawitan yang di siarkan secara live di Radio Slendro dari jam 20:00 WIB sampai selesai. Dari sekian banyak group (paguyuban) karawitan yang ada di Lampung Tengah khususnya di berikan kesempatan untuk tampil secara bergantian. 

Hal ini merupakan wujud nyata bahwa Radio Slendro atas prakarsa Hi. Sunarminto sebagai Derektur ingin budaya yang ada di Lampung Tengah khususnya budaya jawa akan tumbuh subur dan bisa diwariskan kepada generasi muda sebagai generasi ujung tombak pembangunan bangsa dan negara.

Editor : Pandu Suseno 

Tingkat pengangguran di Provinsi Lampung turun

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum
Slendro News - Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Lampung pada Agustus 2018 sebesar 4,06 persen atau turun sebesar 0,27 poin dibandingkan periode sama tahun lalu.?

"Secara absolut jumlah pencari kerja (pengangguran terbuka) mengalami penurunan sebanyak 4.600 orang atau turun 2,59 persen selama setahun terakhir," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan, penduduk yang bekerja pada Agustus 2018 sebanyak 4,060 juta orang. Jumlahnya berkurang sebanyak 145.100 orang dari Februari 2018 namun bertambah sebanyak 164.100 orang dibanding periode sama setahun sebelumnya.

Menurut dia, kategori pertanian dan pertambangan masih mendominasi lapangan pekerjaan utama penduduk yaitu sekitar 43,30 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.

Kemudian, diikuti oleh kategori perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor yaitu sebesar 19,20 persen. Di posisi ketiga yaitu ketegori industri pengolahan yaitu sebesar 9,01 persen.

Yeane menjelaskan, status pekerjaan sebagian besar penduduk bekerja di Provinsi Lampung adalah buruh/karyawan/pegawai dan berusaha dibantu buruh tidak tetap yaitu masing-masing sebanyak 1,075 juta orang dan 789.100u orang.?

Kepala BPS Lampung itu menjelaskan, dari status pekerjaan ini diperkirakan pekerja formal di Lampung sebesar 29,20 persen sedangkan pekerja informal 70,80 persen. Perkiraan proporsi pekerja informal pada tahun sebelumnya (kondisi Agustus 2017) adalah sebesar 70,29 persen.

Yeane menambahkan, dari 4,060 juta orang yang bekerja, sebesar 36,50 persen penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 9,35 persen setengah penganggur dan 27,15 persen pekerja paruh waktu.

Editor : Pandu Suseno

Jumat, 09 November 2018

Pertumbuhan ekonomi Lampung di atas nasional

Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat

Warta Slendro - Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang digerakkan oleh tiga lapangan usaha utama dalam beberapa tahun terakhir masih berada di atas rata-rata nasional.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi Lampung menempati posisi ketiga terbesar di Sumatera," kata Pelaksana Tugas Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Jumat.

Ia menyebutkan, perekonomian Lampung digerakkan oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian 30,4 persen, Industri pengolahan 18,91 persen, serta perdagangan dan reparasi kendaraan 11,42 persen.

Selain itu, lanjutnya, Lampung merupakan pengasil ubi kayu nomor satu Indonesia, penghasil pisang nomor dua Indonesia, penghasil jagung nomor satu Sumatera dan ketiga nasional.

Kemudian, penghasil padi nomor tiga di Sumatera dan ketujuh secara nasional.

Taufik menjelaskan Lampung memiliki kebijakan pembangunan yang terbagi atas tiga klaster prioritas pembangunan Lampung.

Ketiganya, yaitu kawasan barat sebagai kawasan pariwisata, kawasan tengah sebagai mandatori penyangga ketahanan pangan nasional, dan kawasan timur sebagai kawasan industri.

Terkait pembangunan Provinsi Lampung dalam perspektif regional Sumatera, Taufik Hidayat menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Sumatera relatif masih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Jawa.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Pusat ingin mendistribusikan pembangunan secara merata di Indonesia.

Rata-rata peran Sumatera terhadap nasional sejak tahun 2011 hingga 2017 sebesar 24 persen.

Ia menambahkan, kontribusinya antara lain dari sektor pertanian dan perikanan sebesar 22,2 persen, sektor industri pengolahan sebesar 19,6 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,3 persen.

Kemudian, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 11,8 persen.

Editor : Pandu Suseno

Operasi Zebra digelar, pemohon SIM membludak


Warta Slendro - Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Jumlah warga yang mengurus pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polresta Bandarlampung  meningkat tajam setelah digelar Operas Zebra Krakatau 2018 pada 30 Oktober hingga 12 November 2018.
     
Dalam satu hari Satuan Lalulintas Polresta Bandarlampung bisa melayani permohonan pembuatan SIM sebanyak 380 orang, kata petugas Badan Urusan SIM Lantas Polresta Bandarlampung, Bripka Dani, di Bandarlampung, Jumat.
     
Pada hari biasa hanya ada 100 sampai dengan 150 orang yang mengurus pembuatan SIM, dan  jumlahnya meningkat 150 persen sejak digelar Operasi Zebra Krakatau 2018.
   
Peningkatan jumlah pemohon SIM itu diyakini terkait dengan Operasi Zebra Krakatau 2018 yang memberikan efek positif kepada masyarakat.
   
Dari keseluruhan pemohon, tambah Dani, tidak semua adalah pemohon baru, tapi ada juga yang melakukan perpanjangan. 
     
"Tapi lebih banyak pemohon baru," katanya. 
   
Ia menambahkan, untuk setiap pemohon baru, pihaknya melakukan tes, seperti tes kesehatan, tes mengendarai, dan tes teori, serta banyak juga yang tidak lulus dalam ujian praktek mengendarai. 
     
"Kepada pemohon baru dilakukan tes ujian teori dengan menggunakan komputer, dan diberi kesempatan tiga kali untuk melakukan tes mengendarai sepeda motor atau mobil melintasi sejumlah rintangan yang disiapkan. Seharusnya masyarakat harus makin taat atas aturan berlalu lintas," katanya. 

Editor : Pandu Suseno

Polresta Tanggamus temukan 2 ha ladang ganja


Warta Slendro - Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Kepolisian Polres Tanggamus mengungkap sebanyak dua hektare ladang ganja yang berada di pegunungan Pedukuhan Tulung Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.

"Pengungkapan tersebut berdasarkan penyelidikan informasi masyarakat dengan adanya penjualan daun ganja basah. Dua hektare ladang ganja yang terbagi manjadi tiga titik lokasi kita temukan siap panen sebanyak 80 batang pohon setinggi 2 meter, 20 batang kecil setinggi 70 centimeter, dan 21 batang masih dalam semaian," kata Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, melalui Kasubbag Humas Iptu Ruzan Afani saat dihubungi dari Bandarlampung, Jum'at.

Dia mengatakan, jarak ladang ganja tersebut berada sekitar 10 kilometer dari Kota Agung. Untuk mencapai lokasi tersebut butuh waktu selama tiga jam dengan cara menaiki gunung. Dalam pengungkapan itu juga, pihaknya mendapatkan satu nama pemilik lahan dan menangkap satu orang pelaku yang berperan sebagai pengurus ladang ganja.

"Kami baru menangkap M. Yusuf (59) sebagai pengurus ladang. Ia sempat melarikan diri dan bersembunyi di Depok, Provinsi Jawa Barat, namun kami berhasil menangkapnya di kediaman anaknya. Untuk Awi, pemilik ladang ganja masih dalam pencarian kami," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan, bahwa tersangka menanam ganja tersebut atas perintah Awi. Ia juga mengaku sudah tiga kali memanen ganja tersebut dan mendapatkan upah sebesar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu dari penjualan panen ganja tersebut.

"Kami juga turut mengamankan satu buah handphone untuk tersangka berkomunikasi. Atas perbuatannya kami menjatuhkan pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup," jelasnya.

Saat ditanyai pengungkapan ladang ganja yang berada di pegunungan Tanggamus beberapa bulan lalu, ia mengatakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan.

"Masih pengembangan, karena tersangka utama masih dalam pencarian kami. Akan kami informasikan selanjutnya setelah tersangka tertangkap," tandasnya.

Editor : Pandu Suseno

Popular Posts